Murid bertanya pada guru : " Guru, berkali kali guru mengajarkan konsep tentang menjadi " pengamat " dan pasrah seutuhnya (totally surrender).
Saya belajar bertahun tahun kok masih juga bingung sama konsep itu. Katanya mudah kok susah ya ? "
Guru : " Ha ha ha,...Kau terlalu banyak berpikir, makanya menjadi tersesat seperti itu. Belajar spiritual itu harus berani masuk ke dunia dimana pikiran ini menjadi non aktif sejenak."
Murid : " Lalu bagaimana dong guru ? Kasih tips lah sedikit, biar saya ga rugi bayar uang sekolah di perguruan ini. Udah bayar masih juga ga paham paham."
Guru : " Saya akan kasih kamu rahasia. Di catat baik baik ya. Pernah melihat film di gedung bioskop ?
Mengamati itu,konsepnya sama seperti kamu nonton film di Bioskop. Kamu hanya bisa melihat tanpa bisa terlibat di dalam film itu. Itu lah konsep mengamati.
Yes benar kadang kamu terbawa oleh cerita di film. Kamu tertawa, menangis, jengkel, benci, muak, senang, merasa jatuh cinta, ikut merasakan manis pahit nya film itu.
Kamu merasakan semua emosi dalam film itu, tetapi kamu tidak bisa apa apa selain duduk, mengamati dan menikmati film itu.
Itu lah Totally Surrender.
Murid : "...hmm...🤔"
Guru : " Mudah sekali bukan konsep nya ? Dalam hidup ini sama saja kok. Diri Sejati ( Real Self ) ada pada singgasananya,
itu sama seperti kamu duduk di kursi bioskop. Ga bisa ngapa ngapain selain melihat film. Lalu film itu apa ? Ya itu yang kamu alami dalam hidup ini.
Manis pahitnya hidup ini itu adalah film yang dimainkan oleh dirimu sendiri.
Murid : " Lalu kenapa kita kok susah sekali menyadari kalau diri sejati ini cuma pengamat ?
Guru : " Karena kesadaranmu bisa berpindah. Ketika kesadaranmu kau bawa ke singgasananya, disitulah kau bertemu dengan jati dirimu yang sebenarnya.
Siapa kamu sebenarnya ? Kamu adalah makhluk yang sadar bahwa kau sadar. Kau adalah makhluk yang menyadari diri. Karena kamu sadar maka kamu bisa membawa kesadaranmu kemana saja.
Ketika kesadaranmu kau bawa ke pikiran, maka kau berpikir kau adalah pelaku bukan pengamat.
Sama seperti kau melihat film bioskop lalu kau berpikir jika dirimu adalah aktor di dalam film itu.
Kau merasa bisa mengubah, mengontrol, memanipulasi alur cerita film sesuai dengan kehendak mu,
itulah kebodohan dan sumber dari semua penderitaanmu...
Murid : " ....¥₩$😱 (ngomong apa sih guru ini ?) 🧐"
Guru : " Bawalah kesadaranmu kembali pada singgasananya. Itulah meditasi. Ketika kesadaranmu berada di singgasananya, maka otomatis kamu akan berada pada posisi pengamat yang 'totally surrender'
Itu proses yang otomatis, bukan dipikir. Karena ketika berada pada level itu, otomatis pula pikiran akan non aktif dengan sendirinya.
Ketika pikiranmu non aktif, maka semua nafsu dan keinginanmu juga akan non aktif, otomatis pula semua penderitaan yang kau alami akan......Lenyap dengan sendiri nya !!!
Itulah rahasia ilmu perguruan kita.
Setiap hari 5 menit aja kamu bisa membawa kesadaran kembali ke singgasananya,maka kualitas hidupmu akan jauh lebih baik."
Murid : ...😲😲
Guru : " Bingung ? Bagus lah itu tanda kemajuan. Selamat menikmati kebingungan. Siapa suruh kau daftar di perguruan ini..."
Setelah mendengarkan ceramah guru itu, murid pun minta ijin untuk melakukan meditasi merenungkan ajaran guru tadi.
Dia pergi menyepi ke gunung selama 99 hari 9 jam 9 menit dan 9 detik,
sebelum kemudian dia menjadi TERCERAHKAN secerah cerah nya.🥳🤩
Thank you and I love you.
Note : Cerita diatas hanya cerita khayalan saya aja. Tolong jangan bertanya sumber literatur nya dari mana ya...
Apalagi bertanya dimana sekolah itu, berapa uang sekolahnya ,termasuk siapa nama guru dan murid nya. 😁😁 (Irwan Hiro)
No comments:
Post a Comment